Bulu kucing rontok menjadi masalah yang menyebabkan penyakit. Harus dicari penyebab bulu kucing rontok, bisa ditangani dengan oshine nutrisi herbal probiotik
Artikel Kucing Kesayangan Tahukah Anda Tips Perawatan

KENALI PENYEBAB BULU KUCING RONTOK

Kucing menjadi salah satu hewan mamalia berbulu yang sangat digemari untuk dipelihara. Terutama pecinta kucing. Memiliki anak bulu (sebutan untuk kucing peliharaan) menjadi sebuah kesenangan tersendiri, selain itu memelihara kucing bisa melatih diri untuk menjadi lebih bertanggungjawab. Manfaat lain memelihara kucing bisa mengurangi penat dan stress setelah seharian melakukan aktivitas yang melelahkan dengan bermain bersama kucing.

Kucing memiliki sifat manja dan cenderung egois dibandingkan anjing. Kucing bisa bersikap acuh tak acuh namun tetap terlihat menggemaskan. Salah satu masalah yang sering dialami oleh pecinta kucing adalah saat bulu kucing rontok, terutama rontok di hampir seluruh rumah. Berikut ini beberapa penyebab bulu kucing rontok (Alopecia) :

  1. Alergi kutu atau tungau

Kutu dan tungau menjadi musuh utama bagi hewan berbulu. Kedua parasit ini dapat hidup di atas maupun di bawah permukaan kulit. Hal ini sangat mengganggu karena berefek gatal yang ditimbulkan dari kedua jenis parasit ini. Kucing akan terus menggaruk kulitnya hingga terjadi kerontokan bulu.

  1. Infeksi jamur

Bulu kucing yang lebat menjadi tempat yang mendukung untuk bertumbuhnya jamur. Jamur akan tumbuh dan berkembang biak ditempat yang lembab. Jamur akan terlihat berupa bercak bulat di kulit ditandai dengan kerontokan bulu pada bercak bulat tersebut. Bercak tersebut dapat meluas jika tidak ditangani segera.

Untuk mencegah agar tidak tumbuh jamur pada tubuh/bulu kucing, jagalah tubuh kucing anda agar tetap bersih dan kering. Terutama sehabis dimandikan, usahakan agar anda mengeringkan tubuh kucing hingga benar-benar kering bukan setengah kering. Ini penting untuk menjaga kulit kucing terhindar dari jamur. Cara pengeringan pun mudah, bisa dengan menjemur kucing di bawah sinar matahari atau dengan menggunakan hair dryer. Sebaiknya sebelum di jemur/dikeringkan kucing bisa diusap dengan kain handuk terlebih dahulu.

  1. Alergi makanan/ makanan tidak cocok bagi kucing

Tidak semua makanan boleh dimakan oleh kucing. Beberapa jenis makanan justru dapat menjadi penyebab bulu kucing rontok. Kandungan garam berlebih misalnya dapat menyebabkan kerontokan hebat pada bulu kucing anda. Pastikan anda memilih produk makanan yang tepat.

  1. Kelainan hormon atau mengkonsumsi obat tertentu/ alergi terhadap obat

Kucing juga memiliki pengaturan hormon pada tubuhnya. Mengidap kelainan hormon dapat menjadi salah satu penyebab rontoknya bulu. Mengkonsumsi obat-obatan tertentu juga bisa saja memiliki efek samping membuat bulu kucing rontok. Namun jika pemberian obat dihentikan maka bulu akan kembali tumbuh normal dan tidak rontok lagi.

  1. Stress

Kucing juga mengalami stress. Stress dapat disebabkan karena berbagai faktor seperti berada di lingkungan asing, kurangnya kedekatan dengan pemilik, merasa takut, dan sebagainya. Kucing yang stress akan menjilati bulunya secara berlebihan sehingga menyebabkan kerontokan.

  1. Kekurangan gizi

Kesibukan pemilik seringkali berimbas pada pemberian makan hewan peliharaan yang asal-asalan. Hal ini menyebabkan kandungan gizi dalam makanan hewan tidak terpenuhi dengan baik. Salah satu dampak yang timbul dari kekurangan gizi ini adalah bulu kucing rontok.

  1. Sudah waktunya rontok

Jika bulu kucing hanya rontok dalam rentang waktu 6 bulan sekali, itu adalah hal yang wajar. Bulu kucing memang akan mengalami rontok setahun sekali dan menggantinya dengan bulu yang baru yang lebih halus dan lembut. Anda tidak perlu khawatir jika kucing sedang berada di fase ini. Anda hanya perlu kesabaran untuk membersihkan jumlah bulu kucing rontok yang menempel memenuhi rumah anda.

  1. Tidak cocok dengan produk shampoo kucing

Jangan memakaikan produk shampoo manusia pada hewan karena kadar ketahanan kulit manusia dan hewan adalah berbeda. Belilah shampo kucing anti rontok yang memang direkomendasikan untuk kucing. Hal ini mencegah iritasi kulit dan kerontokan bulu yang dapat terjadi pada kulit kucing kesayangan anda.

  1. Suhu atau cuaca

Perubahan suhu yang ekstrim seperti terlalu panas atau terlalu dingin juga dapat mengganggu pertumbuhan bulu kucing. Oleh karena itu penting juga diperhatikan tentang suhu ruangan apalagi jika anda memelihara jenis kucing ras yang jauh lebih rentan daripada jenis kucing kampung.

Masalah bulu kucing rontok akan menjadi serius ketika tidak ditangani dengan benar. Bulu kucing rontok bisa menyebabkan masalah kesehatan bagi manusia jika bulu kucing tersebut kotor atau terinfeksi. Beberapa penyakit yang akan timbul karena bulu kucing yang kotor sebagai berikut:

  1. Penyakit Cakar Kucing (cat scratch disease)

Penyakit cakar kucing disebabkan oleh bakteri Bartonella Henselae yang berpindah ke manusia lewat gigitan maupun cakaran hewan. Ketika kuku kucing menggaruk bulu atau saat gigi kucing menggigit area tubuhnya, bulu kucing sangat memungkinan untuk membawa bakteri tersebut ketika kita mengelus bulunya lalu kamu menyeka matamu dengan tangan yang barusaja untuk mengelus kucing.

  1. Ringworm (Kurap)

Penyakit infeksi yang ditularkan lewat bulu kucing, mungkin hampir sama seperti penyakit cakar kucing.

  1. Gejala Infeksi

Infeksi yang disebabkan biasanya ringan dan beberapa kasus tidak tampak secara fisik. Namun tetap saja harus dihindari, contoh infeksi seperti Hidrosefalus, demam, penyakit kuning hingga pembesaran hati.

  1. Toksoplasmosis

Penyebab bulu kucing berbahaya biasanya karena parasit. Tetapi tidak hanya lewat bulu saja, dari wadah makanan kucing hingga tinjanya juga bisa membawa penyakit ini. Jadi, kamu harus bisa menjaga kebersihan si kucing dan juga lingkungan tempat tinggal. Perlu diwaspadai bahwa penyakit ini sangat berbahaya bagi ibu hamil karena bisa menyebabkan kecacatan fisik bayi bahkan keguguran.

  1. Asma

Penyakit asma bisa disebabkan oleh banyak hal salah satunya bulu kucing, jika anda memiliki riwayat penyakit asma dan memiliki kucing sebagai peliharaan, maka perlu perawatan khusus pada kucing anda atau pilihlah kucing yang tidak memiliki bulu sebagai hewan peliharaan.

Cara merawat bulu kucing agar tidak mudah rontok serta menghindari terkena penyakit yang disebabkan oleh bulu. Dengan perawatan yang baik bisa meminimalisir atau bahkan menghindari parasit yang terbawa si kucing sampai membahayakan. Beberapa hal yang bisa  dilakukan untuk menghindari dampak bahaya bulu kucing ialah :

  1. Memberi makanan yang sehat / mengganti produk makanan kucing

Pemberian makanan/penggantian makanan ini menjadi salah satu hal penting yang bisa mengurangi kerontokan bulu kucing. Tidak lupa tambahkan oshine nutrisi herbal probiotik kedalam air minum sebanyak 2-3 tetes setiap hari. Guna mencegah dan merawat kucing dari dalam serta membuat bulu menjadi lebat.

  1. Memangkas bulu kucing

Memangkas bulu kucing berfungsi agar bulu kucing berganti menjadi bulu yang baru.

  1. Memandikan kucing

Pastikan ketika memandikan kucing menggunakan shampo kucing anti rontok bukan shampoo manusia.

  1. Menyisir bulu kucing

Selain menyisir bulu kucing, pemberian Oshine Anti Kutu bisa membuat bulu menjadi lembut dan tidak rontok. Bisa menjadi solusi ketika bulu kucing sudah terlanjur rontok parah. Untuk pengaplikasian 5-10 tetes kedalam ½ liter air dan bisa digunakan 2 hari sekali.

Selamat Mencoba 🙂

=========== INFORMASI PRODUK & ORDER ===========

Kantor Pusat

Jl. Tentara Pelajar No. 23A Banjarsari Surakarta

(0271-665 847)

PHONE/SMS/WA (WhatsApp) : +62 857-4730-3425

Klik >> https://bit.ly/OSHINE-PRO-WA

Temukan Kami :

OSHINE PROBIOTIK

Facebook         : https://www.facebook.com/oshineprobiotik

Instagram        : @oshineprobiotik_

Line ID            : https://bit.ly/Oshine-Probiotik 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *