TIPS MEMILIH MAKANAN KUCING

Merek makanan kucing sangatlah banyak, semua dijual umum di online shop, pasar hewan atau pet shop. Namun, bagaimana kita bisa memilih makanan yang bagus untuk kucing padahal pilihannya ada banyak sekali? kucing membutuhkan makanan yang baik dan nutrisi yang seimbang agar bisa hidup dengan sehat. Pemberian pakan dengan kualitas baik dan lengkap dapat mengurangi penyakit terkait nutrisi dan meningkatkan harapan hidup kucing.

Masih banyak orang yang belum mengetahui bahwa kucing adalah hewan karnivorasejati atau sempurna, yakni hewan karnivorayang hanya dapat memproses makanan yang mengandung protein dan lemak untuk menjadi zat yang dibutuhkan seluruh tubuhnya. Makanan kucing terbaik berasal dari daging, ikan, atau sumber protein dan lemak lainnya, artinya kucing berbeda dengan hewan karnivoralainnya yang masih bisa memproses karbohidrat seperti anjing yang bisa mencerna makanan selain protein.

Berikut ini tips memilih makanan kucing :

  • Kucing Menyukai Makanan Yang Diberikan

Syarat awal dalam memilih dan membeli makanan kucing adalah kucing menyukai makanan tersebut. Jadi jangan asal membeli banyak makanan kucing, sedangkan pada akhirnya kucing Anda tidak mau memakannya.

  • Bahan Dasar

Makanan kucing memiliki dua jenis, yakni makanan basah dan kering. Seperti yang kita tahu bahwa kucing adalah hewan karnivorasempurna sehingga makanan yang dibutuhkan tubuhnya adalah protein dan lemak. Anda bisa membuat makanan kucing sendiri dengan campuran ayam, telur, ikan dsb. Akan tetapi Anda harus meluangkan waktu extra untuk membuatnya dan terkadang sedikit merepotkan. Home made food juga lebih cepat basi dibandingkan makanan pabrikan.

Namun, jika Anda ingin memberikan makanan pabrikan, pastikan Anda memberikan yang terbaik untuk kucing Anda. Karena tidak semua makanan kucing pabrikan aman bagi kucing. Apabila didalam kemasannya tidak dicantumkan terbuat dari human grade meat (daging yang aman dikonsumsi manusia), maka kita patut curiga bahwa ada kemungkinan dagingnya adalah by product (sisa-sisa tubuh dari rumah pemotongan hewan). Pilihlah makanan kucing yang berasal dari bahan-bahan alami.

  • Kadar Protein

Kucing membutuhkan sekitar 40% – 50% kadar protein (dry basis). Kadar makanan basah dan makanan kering kucing memiliki kadar protein yang berbeda. Persentase protein pada makanan kering tidaklah sebanding dengan persentase pada kondisi basah. Misalnya, makanan kering dengan kadar moisture 10% dikatakan mengandung 20% protein. Ini berarti bahwa kadar kekeringan makanan tersebut adalah 90%, dan kadar protein sebenarnya dalam kondisi kering adalah 20/90 = 0.2222 atau 22.22%. Bandingkan dengan makanan basah dengan kadar moisture 80% dan 10% protein. Kadar protein sebenarnya dalam kondisi kering adalah 10/20 atau = 50%, lebih dari 2 kali kadar protein dalam makanan kering.

  • Kadar Air

Kucing membutuhkan makanan dengan kadar air yang tinggi. Di alam, kucing memangsa binatang yang didalam tubuhnya 70% terdiri dari air. Oleh sebab itu kucing yang makan makanan alami akan kurang kebutuhannya akan minum. Kucing yang diberi makan dry food (kibles) dan kurang diimbangi dengan minum air yang banyak akan membuat kerja ginjal menjadi berlebih. Masalah yang sering timbul kemudian adalah urinary tract disorder atau yang sering dikenal dengan istilah kencing batu, yaitu dengan gejala kucing sulit kencing, kencing berdarah, kencing diluar litter box, kucing sering menjilati area genitalnya karena merasa sakit/tidak nyaman. Jadi kalau memungkinkan berilah kucing makanan basah, dibanding dengan dry food. Atau akan lebih baik lagi jika kucing dibiasakan minum banyak dan selalu disediakan air bersih yang dicampur dengan Oshine Nutrisi Probiotik.

  • Rendah Karbohidrat

Dry food biasanya mengandung kadar karbohidrat yang tinggi yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh kucing. Tidak seperti manusia, kucing membutuhkan energinya dari protein dan lemak, dan sangat rendah kebutuhan akan karbohidrat. Jadi commercial cat food terbaik adalah grain free (tidak mengandung biji-bijian) dan mengandung tidak lebih dari 5% kadar karbohidrat.

  • Tidak Mengandung Pengawet

Hindari memberikan makanan dengan bahan-bahan pengawet yang berbahaya seperti Butylated Hydroxyanisole (BHA), Butylated Hydroxytoluene (BHT), propyl gallate, propylene glycol, dan ethoxyquin. Bahan-bahan tersebut dicurigai dapat mengakibatkan kanker pada binatang peliharaan. Sebaliknya, pilihlah makanan dengan kandungan vitamin C dan vitamin E.

  • Usia Dan Kesehatan Kucing

Kucing memerlukan asupan gizi yang berbeda di setiap tahap kembangnya. Berikan makanan yang kaya protein dan kalsium untuk anak kucing berusia kurang dari satu tahun. Kandungan tersebut penting bagi pertumbuhan otot dan tulangnya. Makanan yang sama juga bisa Anda berikan ke induk kucing sebagai nutrisi tambahan selama menyusui. Selain itu, anak kucing umumnya belajar makan dengan cara meniru induknya.

Selain itu sesuaikan juga dengan berat kucing serta riwayat kesehatan kucing. Untuk kucing dewasa berumur 1–6 tahun, berikan pakan kucing dengan gizi yang lengkap agar mereka tetap sehat. Sementara itu, kucing senior berumur lebih dari tujuh tahun sebaiknya diberi makanan yang rendah kalori. Anda juga dapat pertimbangkan pakan dengan formulasi khusus karena kucing senior rentan terkena gangguan ginjal.

  • Biaya

Biaya adalah poin penting yang juga harus Anda perhatikan. Berikanlah makanan kucing yang berkualitas sesuai dengan kemampuan keuangan. Jangan sampai biaya yang dikeluarkan untuk menyediakan makan bagi kucing menjadi beban keuangan.

(Dari berbagai sumber)

=========== INFORMASI PRODUK & ORDER ===========

Temukan Kami di

Facebook         : oshine probiotik

Youtube          : oshine probiotik official

Web                 : www.oshinepro.com

Instagram      : oshineprobiotikofficial

Jam Kerja

  • Senin-Sabtu  : 08.00-16.30 WIB

Info Pemesanan dan Kemitraan Hubungi

Atau klik Link berikut ini

Link     : https://bit.ly/OSHINE-PRO-WA

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.